Gadis Teh Hangat Part I

0

Kau tau jatuh cinta itu sangat tidak enak, ya tidak enak! Coba saja kau bayangkan, bagaimana rasanya melabuhkan perasaanmu kepada orang yang sama sekali tidak kau kenali…

2 hari yang lalu…
Sudah ketujuh kalinya, sosok tak dikenal itu nampak di cafe mini ini, entah apa yang ada di pikiranya, ia hanya termenung seolah menunggu bayang semu yang tak kunjung datang menghampirinya.

Hari itu ia tampak sedikit murung, ia hanya duduk bertopang dagu 15 menit lamanya, sedangkan aku hanya terus menatap mengamati setiap gerak gerik yang dilakukan olehnya, Aneh? Ya benar seharusnya aku langsung menyapa, atau sekedar tebar pesona di depanya. namun, aku ini pria harga diri itu yang menjadi prioritas utamaku, lagi pula aku tak punya cukup keberanian untuk sekedar menyapanya.

Si gadis selalu dan selalu memesan secangkir teh hangat tanpa sebuah kudapan manis sebgai pendampinya, hanya secangkir teh hangat yang selalu tak ia sentuh hingga, isi cangkir itu benar benar dingin tak memiliki sisa sisa uap panasnya. Trik makan yang aneh, mungkin aku dan dia cocok, kami memiliki tingkat keanehan yang sama dalam melakukan sesuatu.

Kali ketujuh aku menatapnya dari kejauhan, ya bukan jarak yang jauh memang hanya berjarak satu dua meja dari dirinya, namun aku benar benar merasa jadi penguntit yang menghabiskan satu jam lebih hanya untuk mengamati gadis yang belum kukenali, sangat membuang-buang waktu memang tapi bagaimana pun ini demi cinta!

Satu jam berlalu tanpa sedikit pun aku merasa bosan, sesekali aku mengalihkan pandangan dari sang gadis saat ia berusaha balik menatapku. begitu seterusnya, hingga sekali tatapan kami beradu, kurasakan degup jantungku bertambah dua kali.. Ah bahkan mungkin tiga kali lebih cepat, dan kukira dia akan membuang pandangan atau apa, tapi dia sedikit tersenyum ke arahku, bayangkan betapa melelehnya aku saat itu…

Hari ini si gadis tak nampak juga batang hidungnya, sudah setengah jam lebih aku berada di cafe mungil ini, namun tak ada tanda tanda keberadaan dirinya, ya mungkin ini memang takdirku yang hanya harus mengagumi dan mencintai seseorang yang sama sekali tidak kukenal…

Lama sepi menghampiri, hinga dering nyaring suara ponsel itu menggangu rutinitas istirahatku, menyebalkan!

“Halo sus, ada apa?” ucapku sedikit menekan suara sebal.
“Maaf dok jika, saya menggangu makan siangnya, tetapi di rumah sakit ada keadaan genting, pasien harus segera dioperasi sekarang juga!”
“Baik! Saya segera ke sana”

Kututup telepon singkat itu dengan terburu-buru, mungkin aneh ya bagi seorang dokter spesialis jantung yang berwajah, ya cukup ganteng sepertiku harus menjomblo dan malah menyukai gadis aneh yang sedikit pun tak kukenali, Miris!

30 menit lamanya kupacu sepeda motor yang kupinjam dari salah seorang staf rumah sakit, dan hasilnya aku sampai rumah sakit dengan tampilan cukup amburadul, but who cares? Yang penting aku sampai dan selamat.

“Dok pasien sudah siap di ruang bedah, 5 menit lagi operasi dimulai”
“Baik, saya segera bersiap”

5 menit berikutnya aku telah berdiri di samping sosok wanita yang tengah dibius total untuk operasi penyakit jantung kronisnya, awalnya operasi berjalan lancar dan tenang, hingga kutatap muka si pasien…
Dan Boom! Itu si gadis teh hangat, ya si gadis teh hangat, yang saat ini terbujur kaku dalam kondisi yang masih bernyawa, namun serasa mati. Klise sekali memang kisah cinta ini, seorang dokter jomblo ganteng yang menyukai gadis misterius pencinta teh hangat yang sekarang plus menjadi pasien operasinya, jodoh memang tak kemana…

Hampir satu jam lamanya opereasi berjalan dan semua berjalan lancar walau harus kuakui operasi kali ini benar benar membuatku hampir mati berdiri, dengan otak yang beku.

Setelah berada di ruang kerjaku yang cukup nyaman didukung dengan kondisi tubuh yang sedikit stabil, otakku mulai berjalan benar, dan munculah sebuah ide yang mungkin sedikit ya… Aneh? Gila? Entahlah… Kubuka sebuah map yang berisi berkas pasien yang barusan kutangani, kuperhatikan nama, dan semua data pribadinya yang tertulis lengkap di sana…

“Salwa Nur Azizah…”

Seketika sebuah senyum mengembang di sana, tak kusangka semudah ini mendaptkan daftar lengkap info pribadinya, namun… Ke bahagiaan itu tak bertahan lama, ketika mata ini menatap daftar penyakit yang mengidap di tubuh si gadis, semua senyum bahagia itu musnah hancur menjadi sebuah kenestapaan hati yang berakhir lara.

Sakitnya itu benar benar terasa namun sedikitpun tidak berdarah, Ayo lah.. Bilang ini bercanda? Tak mungkin gadis sepertinya hanya memiliki sebulan lagi kesempatan hidup, aku baru mengenalnya dan baru sedikit tahu tentang dirinya, mana mungkin aku harus segera merelakannya.

Kututup rapat daftar berkas itu, dan berdiri menatap jendela yang tepat berada di belakang meja kerjaku, mataku menatap nanar ke arah luar, sepertinya aku ini memang aneh, menyuaki orang yang selama ini tak kuketahui, tak merelakan kepergianya sekali pun belum pernah bercakap, meratapi sakitnya sekali pun belum berteman dekat, tapi apa salahnya, cinta itu tak mengenal alasan bukan?

Hanya ada satu yang mengganjal, dan masih terus menyesakan hati dan memberatkan otak, “adakan orang yang mengisi hatinya saat ini?”

3 hari berikitnya…
“Dokter, pasien dari kamar 227 ingin bertemu dengan anda apa bisa?”
Seorang suster masuk ke ruangan dengan raut muka cerah
“Baik, tapi ada apa ya?”
“Saya kurang tau dok, tapi sepertinya dia ingin menanyakan tentang penykit jantung kronisnya”
“Penyakit jantung? Ah! Saya segera ke sana”

Dengan semangat kulangkahkan kaki, ke ruangan yang berada satu tingkat di atas ruang kerjaku, satu dua hingga beribu anak tangga relaku lalui demi dirimu kasih, oke ini terdengar berlebihan..

Tak butuh waktu lama aku segera tiba di ruang 227, jantungku secara otomatis berdegup 2 kali lebih cepat, kudorong pintu kamar tersebut perlahan, dan Boom! Si gadis teh hangat tengah duduk menatap jendela luar dengan penampilan cukup beda, rambut panjangnya ia biarkan terurai hingga menutupi seluruh bagian punggungnya..

“Apa anda mencari saya?” kubuat suaraku agar terdengar setegas mungkin, ya mungkin itu bisa membuatnya sedikit terkesan.
“Ah! Dokter…” dia berbalik dan boom! Terbelak “kamu… Yang waktu itu di cafe mini itu kan?”

Aku terdiam di keheningan malam, oke saat itu aku benar benar diam seribu bahasa, otakku kembali beku tak bersisa.

“Ah iya, saya memang berlangganan di situ” kuberikan jawaban yang mungkin cukup, masuk akal..
Dia tersenyum “hahah.. Begitu ya, ngomong ngomong terimakasih banyak ya, atas bantuanya dokter…” ia menatap name tag yang ada di dadaku “Bayu Pra.. koso”
“Sama-sama itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter di sini..”

Hening cukup lama tercipta di antara kami berdua, hingga…
“Oh ya dokter, mungkin mulai besok saya tak akan di rumah sakit ini lagi… Saya benar benar berterima kasih pada anda dan rekan rekan dokter sekalian…”
Aku tersentak “tapi, bukannya masa pengobatanmu, masih lama?”
“Ya benar, tapi orangtua saya, sudah memutuskan untuk melanjutkan proses pengobatan di jerman”

Hening membosankan itu kembali tercipta, dan kali ini benar benar panjang dan membosankan…

“Aku harap, jika kita bertemu lagi, aku ingin mengajakmu ke cafe mini itu, tapi kali ini bukan dengan duduk berjauhan dengan sedikit curi curi pandang..” sederet kata itu meluncur mulus dari bibirku tanpa sedikitpun bisa kucegah!
Si gadis merespon dengan seulas senyum dan sebaris kata singkat
“tentu saja, si dokter cinta..”

Boom! Oke mungkin aku cukup berlebihan atau sebagainya untuk seorang dokter dengan status tinggi, but i’m only human, okey! Just only human..

Jantungku berdegup 3 kali lebih cepat, lebih kuat, dan lebih dahsyat. dan sialnya… Si gadis teh hangat itu merespon reaksi manusiawiku dengan seulas senyum menyindir…

Dua minggu sejak kepergian si gadis teh hangat, yang entah hanya tujuan menggoda atau benar benar cinta dia memberiku sebuah julukan
“Si dokter cinta” huh! Konyol memang, aku bagai digantung sekarang…

Tepat di hari ke 14 ini, sebuah e-mail masuk ke akunku, ya e-mail singkat yang membuat hatiku campur aduk..

From: salwaziza27@gmail.com
To: bayoso27@gmail.com
Sub: hallo!
“Besok temui aku di cafe mini ya…”

Bersambung

Cerpen Karangan: Ade Putri
Facebook: Ade Putri

 Cerita Gadis Teh Hangat (Part 1) merupakan cerita pendek karangan Ade Putri, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here