Gamang (“Panik”)

0

Penulis : Hayat R

“Gamang”

Tarian Guel masih berpendar-pendar
dalam ingatan Juga Saman
Masih kudengar angin menjinjing suara
“mari berlari dari kegaduhan ini, kutunjukkan déjà_vu”

Kita tak mungkin lagi
Menyusun rencana berbaris-baris
seperti pinus
Menyusuri tepian Mendale

Mengingat nama kampung singgahan
Memotret ranting
Awa Lembah
Dan bunga-bunga

Kau mungkin tak akan lagi
mendengarkan kesahku
Mengutuki mendung
Matahari yang berjelaga

Kabut pagi dan petang mengurungku
meratapi dingin kota
Aku tak akan pernah melihat Pantan Terong
seperti dalam kisahmu

Apalagi sampai pada ketinggiannya
Begitulah firasat usai senja menutup pagelaran
Kemudian waktu melepuh
Membakar sisa malam sebelum

perpisahan esok hari
Kepada engkau yang namanya sama denganku
Pernahkah merasa melayang melambung
dan terhempas ?

Sungguh aku ingin terus berlari
Tidak hanya dari kegaduhan
Didong dan Saman
Aku ingin berlari dari keinginan

kembali menyisir Pante Menye
Meski angin dari Danau
menamparku
Penuh kerinduan
Gayo,13 Juni 2013

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here