Terkait Gugatan UU Pemilu Oleh Anggota KIP Aceh, Aryos: Secara Personal Sah Sah Saja

0

Acehraya.com, Banda Aceh – menyikapi gugatan UU Pemilu yang dilayangkan dua anggota KIP Aceh, Hendra Fauzi dan Robby Syahputra, serta seorang warga Aceh, Fery Munandar, yang mendaftarkan permohonan judicial review UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (15/9/2017) pukul 15.30 WIB. Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, menyatakan bahwa hal tersebut sah sah saja dilakukan apabila dalam kapasitas personal.

“secara personal. Kedua Komisioner KIP Aceh dan seorang warga Aceh itu sah sah saja mendaftarkan gugatan terkait UU Pemilu. Terlebih apabila mereka memang merasa bahwa akibat penerapan UU Pemilu tersebut memang merugikan hak konstitusionalnya secara langsung. Kerugian itu harus jelas menimbulkan hubungan sebab akibat (causal verband ) antara kerugian dan berlakunya undang-undang yang dimohonkan untuk diuji. Hal itulah yang harus dibuktikan pihak pihak ini dalam persidangan di MK.”

“Namun sebenarnya yang berkaitan langsung dengan dicabutnya pasal pasal dalam UUPA itu adalah kelembagaan. Bukan person. Maka itu beberapa waktu lalu Hakim MK sempat mempertanyakan mengapa bukan lembaga yang menggugat malah person. Karena gugatan personal warga dengan gugatan secara kelembagaaan negara adalah dua dimensi yang berbeda” jelas aryos.

aryos mengapresiasi positif secara kelembagaan KIP Aceh tidak turut terjebak dalam polemik UU Pemilu “ disatu sisi kita mengapresiasi langkah KIP Aceh yang secara kelembagaan tidak hanyut dalam arus polemik UU Pemilu. Sebagaimana statemen ketua KIP Aceh Ridwan Hadi yang menyatakan KIP tidak memiliki kewenangan mengajukan judicial review karena tidak dibenarkan untuk menafsirkan undang-undang. Hal itu sudah benar karena memang secara tupoksi KIP Aceh hanya berwenang dalam Penyelenggaran Pemilu yaitu pengendalian seluruh Tahapan.”

“Sedangkan kedudukan hukum lembaga, hal tersebut sudah diatur jelas dalam UUPA bahwa KIP Aceh merupakan satu kesatuan dengan KPU Pusat sebagaimana tertuang dalam dalam pasal 1 ayat 12 UUPA. Ini bisa dilihat dari manajemen penyelenggaraan, aturan pelaksana, hingga anggaran dan komposisi kesekretariatan semua menginduk pada KPU Pusat. Jadi sangat tidak rasional dan salah kaprah apabila seandainya KIP Aceh menggugat kedudukannya sendiri karena berada dibawah hirarki KPU RI. Selain hal itu bertentangan dengan UUPA, KIP Aceh dapat saja diadukan ke DKPP apabila ternyata di kemudian hari ditemukan pelanggaran kode etik karena KIP Aceh dengan gugatan ini mengindikasikan mereka tidak mau tunduk dan patuh pada ketentuan UU yang mengamanatkan kelembagaan KIP Aceh sebagai hirarki dan satu kesatuan dengan KPU RI. Dengan demikian Keputusan KIP Aceh untuk tidak menggugat secara kelembagaan meyakinkan pubik bahwa KIP Aceh secara kelembagaan memiliki integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas” pungkas dosen FISIP Unsyiah ini.

Disisi lain, Aryos heran dengan reaksi salah satu anggota KIP Aceh yang merasa pihaknya memberikan punishment ekses dari tanggapannya terkait gugatan UU Pemilu.

“ terus terang saya heran dengan reaksi salah seorang anggota KIP yang merasa kecewa karena elemen sipil memberi masukan dan saran terhadap KIP Aceh apabila hendak menggugat UU Pemilu . Saya tidak tahu apakah beliau kurang ngopi atau piknik. Yang jelas dalam pernyataan kami tidak ada mengatakan KIP Aceh tidak independen selama menyeleggarakan pemilu. Hanya saja reaksi publik tentu akan berbeda ketika KIP Aceh secara lembaga ikut ikutan latah tergiring polemik UU Pemilu. Jadi hemat saya, tidak perlu merasa mewek dan galau apabila ada masukan terkait kelembagaan KIP. Karena itu membuktikan bahwa publik memiliki harapan besar terhadap KIP Aceh sebagai pengawal demokrasi di Serambi Mekkah” demikian Aryos.

jadi kuncinya kalau perkara ini mau dipersidangkan adalah lembaga KIP Aceh yang menggugat. kalau person pasti ditolak, karena ini menyangkut kelembagaan. KPU RI kemarin kan ketika uji materi gugat secara kelembagaan bukan personal. (*)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here